This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 27 Februari 2013

Reproduksi Remaja


   REPRODUKSI REMAJA



   






OLEH

Depi Riski Amelia

SMK UTAMA BANDAR LAMPUNG









BAB 1 PENDAHULUAN

      1.1  .    Latar Belakang
Masalah remaja (usia >10-1,9 tahun) merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional di Indonesia. Masalah remaja terjadi, karena mereka tidak dipersiapkan mengenai pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan dari masa anak ke dewasa. Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental, sosial. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi, kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah, aborsi, PMS & RIV-AIDS serta narkotika.
Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Di sisi lain, remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat.
Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja, maka pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadi sangat penting. 

1.2       Rumusan Masalah
Dari gambaran latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam malakah ini adalah pentingnya informasi kesehatan reproduksi remaja.

1.3     .Tujuan Penulisan
           Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pentingnya informasi kesehatan reproduksi remaja.
1.4   Manfaat
   Manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini agar :
a.  Penulis mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja
b.  Pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja






 
 BAB II
PEMBAHASAN
 
Di masyarakat, kasus-kasus kehamilan yang tidak dikehendaki selalu dipandang dengan muatan-muatan yang sarat dengan moral. Masyarakat cenderung menyalahkan korban, bukannya empati. Akibatnya, terjadi stigmatisasi dan diskriminasi dan menjadikan kasus ini tabu untuk dibicarakan secara terbuka.
Akibat kehamilan yang tidak dikehendaki ini, hampir bisa dipastikan (khususnya siswi) yang mengalami kasus ini harus berhenti dari sekolah atau dikeluarkan. Pihak sekolah selalu beralasan, dengan memberikan izin sekolah bagi siswi hamil, nama baik sekolah akan tercermar dan perbuatan tersebut akan ditiru oleh murid-murid lainnya. Pendapat ini baru asumsi/ pandangan dan belum tentu kebenarannya. Dengan demikian, pihak perempuanlah yang paling dirugikan bila kasus ini benar-benar terjadi.



A.Pengertian  Kesehatan Reproduksi Remaja 
 
Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

TUMBUH KEMBANG REMAJA

1.Masa remaja dibedakan dalam :
    1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
    2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
    3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.





2.Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :
    1. Mulai menstruasi.
    2. Payudara dan pantat membesar.
    3. Indung telur membesar.
    4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.
    5. Vagina mengeluarkan cairan.
    6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.
    7. Tubuh bertambah tinggi.






 
3.Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :
    1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.
    2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.
    3. Tumbuh kumis.
    4. Mengalami mimpi basah.
    5. Tumbuh jakun.
    6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.
    7. Penis dan buah zakar membesar.






Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

TUMBUH KEMBANG REMAJA


Masa remaja dibedakan dalam :

1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.
- See more at: http://blogtipshidupsehat.blogspot.com/2012/09/kesehatan-reproduksi-remaja.html#sthash.Uv4UCNPr.dpuf
4.Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :

* Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
* Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
* Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
* Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.





Hal tersebut di atas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

 
5.KEHAMILAN

Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut :

1. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam sel telur.
2. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk     kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur.
3. Di saluran telur ini, sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi.



      6.Tanda-tanda kehamilan :
  1. Sering mual-mual, muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau    sepanjang hari.
  2. Mengantuk, lemas, letih dan lesu.
  3. Amenorhea (tidak mengalami haid).
  4. Nafsu makan menurun, namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (ngidam).
 5. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG.
 6. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras, daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar.





 
7.Kehamilan di bawah usia 20 tahun Organ reproduksi belum sempurna sehingga pada saat persalinan akan mengalami kesulitan.

* Belum siap mental sebagai ibu.
* Bila tidak diinginkan akan dilakukan abortus (abotus : suatu kejadian keluarnya hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan).
* Abortus Spontan (tidak disengaja)
* Provokatus (disengaja)




 
B.PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PENYAKIT KELAMIN)

Adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apabila dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan beresiko lebih besar tertular karena bentuk alat reproduksinya lebih rentan terhadap PMS. Sayangnya, 50% dari perempuan yang tertular PMS tidak tahu bahwa ia sudah tertular. PMS tidak dapat dicegah hanya dengan :

1. Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual
2. Minum jamu tradisional
3. Minum obat antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual

 
PMS yang umum terdapat di Indonesia adalah :

1. Gonorrea
2. Clamidia
3. Sifilis
4. Herpes genital.
5. Trikonomiasis
6. Ulkul mole (chancroid)
7. Kutil kelamin.
8. HIV-AIDS

GONORREA (GO)

Kuman penyebabnya : Neisseria gonnorrhoeae.

Masa inkubasi atau penyebaran kuman : 2 – 10 hari setelah hubungan seks.

Tanda-tanda : nyeri pada saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin.

Komplikasi yang timbul : infeksi radang panggunl, mandul, menimbulkan kebutaan pada bayi yang dilahirkan.

Pemeriksaan : pewarnaan gram dan biakan agar.

SIFILIS (RAJA SINGA)

Kuman penyebab : Trepanema palidum.

Masa inkubasi : tanpa gejala berlangsung 3 – 13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6 – 12 minggu setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri tanpa disadari. 5 – 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Komplikasi pada wanita hamil : dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental

Pemeriksaan : tes laboratorium untuk mendeteksi RPR (Rapid Plasma Reagent) dan TPHA (Trepanema Palidum Hemagglutination Assay)

TRIKONOMIASIS

Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis
Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk; Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman

Komplikasi yang bisa terjadi : lecet sekitar kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV

Tes laboratorium untuk mendeteksi sediaan basah KOH.

ULKUS MOLE (Chancroid)

Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.

Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan antara lain : Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah dan rasa nyeri; Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%) disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan (bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri

Komplikasi yang mungkin terjadi : kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan penularan infeksi HIV

Tes laboratorium untuk mendeteksinya dengan pewarnaag Gram dan Biakan agar selama seminggu.

KLAMIDIA

Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri

Gejala yang ditimbulkan : Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul, Perdarahan setelah hubungan seksual

Komplikasi yang mungkin terjadi : Biasanya menyertai gonore, Penyakit radang panggul, Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian, Infeksi mata pada bayi baru lahir, Memudahkan penularan infeksi HIV.

Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa.

KUTIL KELAMIN

Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.

Gejala yang ditimbulkan : tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).

Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS

Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.

HIV-AIDS

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting dalam system kekebalan tubuh.

 
C.ASPEK KESEHATAN YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH REMAJA PUTRI

Anemia

Anemia terjadi karena kurangnya zat besi dan asam folat dalam tubuh. Penderita anemia berpotensi melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah serta kematian pada proses persalinan.

Tanda-tanda anemia :

Mudah lelah, mengantuk
Pusing, muka pucat
Tidak bersemangat

Mengapa perempuan lebih rentan anemia dibandingkan laki-laki?

Kebutuhan zat besi perempuan 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Perempuan setiap bulan mengalami haid, jadi perlu zat besi untuk mengembalikan kondisi tubuhnya. Demikian pula pada saat hamil, butuh zat besi untuk kebutuhan perkembangan janin



 BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
       Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental, sosial. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi, kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah, aborsi, PMS & RIV-AIDS serta narkotika.
Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. Di sisi lain, remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. Harus ada keyakinan bersama bahwa membangun generasi penerus yang berkualitas perlu dimulai sejak anak, bahkan sejak dalam kandungan.
Pemberian informasi ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya mampu memberikan pilihan kepada remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab, baik kepada dirinya maupun keluarga dan masyarakat.

B. Saran
a.    Perlu dibangun komitmen bersama antar elemen, baik pemerintah maupun masyarakat yang menetapkan kesehatan reproduksi remaja sebagai agenda/isu bersama dan penting.
b.   Perlu pendekatan kepada pihak yang berkompeten dalam pembinaan remaja melalui pembekalan.




Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.


TUMBUH KEMBANG REMAJA


Masa remaja dibedakan dalam :

1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.

2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.

3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.

- See more at: http://blogtipshidupsehat.blogspot.com/2012/09/kesehatan-reproduksi-remaja.html#sthash.Uv4UCNPr.dpuf

Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.


TUMBUH KEMBANG REMAJA


Masa remaja dibedakan dalam :

1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.

2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.

3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.


Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :

1. Mulai menstruasi.

2. Payudara dan pantat membesar.

3. Indung telur membesar.

4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.

5. Vagina mengeluarkan cairan.

6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.

7. Tubuh bertambah tinggi.


Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :

1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.

2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.

3. Tumbuh kumis.

4. Mengalami mimpi basah.

5. Tumbuh jakun.

6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.

7. Penis dan buah zakar membesar.


Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :


* Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.

* Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.

* Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.

* Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.


Hal tersebut di atas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya. - See more at: http://blogtipshidupsehat.blogspot.com/2012/09/kesehatan-reproduksi-remaja.html#sthash.Uv4UCNPr.dpuf

Pengertian kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.


TUMBUH KEMBANG REMAJA


Masa remaja dibedakan dalam :

1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.

2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.

3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.


Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :

1. Mulai menstruasi.

2. Payudara dan pantat membesar.

3. Indung telur membesar.

4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.

5. Vagina mengeluarkan cairan.

6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.

7. Tubuh bertambah tinggi.


Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :

1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.

2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.

3. Tumbuh kumis.

4. Mengalami mimpi basah.

5. Tumbuh jakun.

6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.

7. Penis dan buah zakar membesar.


Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :


* Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.

* Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.

* Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.

* Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.


Hal tersebut di atas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya. - See more at: http://blogtipshidupsehat.blogspot.com/2012/09/kesehatan-reproduksi-remaja.html#sthash.Uv4UCNPr.dpuf